Rabu, 01 Desember 2010

Puisi Ibu

Kau duduk di tirai-tirai itu
memancarkan wajah yang penuh dengan ketenangan
menyembunyikan kehidupan yang terkikis kelam.
Tergugah hati ku masuk ke dalam ronga-ronga hati mu
memeluk lenturan tubuh mu
dan menghirup hangat nafas mu.
Ingin ku angkat beban mu yang tumpah dengan penuh asa
tak mampu ku menahan setiap butir air mata
karna ketidak berdayaan ku
menerjang semua beban yang telah tumpah dalam kehidupan mu.
Ibu...   Beri aku satu kecupan mu agar ku tahu
rentetan kehidupan berliku itu
hanya segelintir dari kebahagiaan yang kau panjat kan untuk ku.
Buang aku dalam sebuah jurang
jangan kau beri setitik terang
jika suatu saat ku melukai hati mu.............